Search This Blog

22/10/2018

Elektrolisis Larutan Natrium Sulfat & Larutan Kalium Iodida


       Halo teman semua, kali ini saya akan membahas mengenai Elektrolisis Larutan Natrium Sulfat & Kalium Iodida menggunakan elektrode grafit. Namun sebelum kalian melakukan percobaan elektrolisis ini, ada baiknya kalian memahami terlebih dahulu konsep reaksi redoks, dan elektrolisis agar mempermudah dalam menganalisis hasil praktikum yang akan kita bahas nanti. Misalnya konsep elektrolisis seperti reaksi apa saja yang terjadi di katoda maupun di anoda, apakah hasil yang kita dapatkan sesuai dengan teori atau bahkan sebaliknya. Pembahasan kali ini saya kemas dalam bentuk laporan praktikum elektrolisis larutan natrium sulfat dan kalium iodida. Berikut pembahasannya.


Judul :
Elektrolisis

Tujuan :
Mengamati reaksi yang terjadi di anoda dan katoda pada reaksi elektrolisis

Landasan Teori :
Elektrolisis adalah peristiwa penguraian atas suatu larutan elektrolit yang telah dilaliri oleh arus listrik searah.Sedangkan sel di mana terjadinya reaksi tersebut disebut sel elektrolisis.Sel elektrolisis terdiri dari larutan yang dapat menghantarkan listrik yang disebut elektrolit, dan sepasang elektroda yang dicelupkan dalam elektrolit (larutan atau leburan). Pada sel elektrolisis, reaksi kimia akan terjadi jika arus listrik dialirkan melalui larutan elektrolit, yaitu energi listrik (arus listrik) diubah menjadi energi kimia (reaksi redoks). Reaksi-reaksi elektrolisis bergantung pada potensial elektroda, konsentrasi, dan over potensial dari spesi yang terdapat dalam sel elektrolisis.
Elektroda yang menerima elektron dari sumber arus listrik luar disebut Katoda, sedangkan elektroda yang mengalirkan elektron kembali ke sumber arus listrik luar disebut Anoda.Katoda adalah tempat terjadinya reaksi reduksi dan anoda adalah tempat terjadinya reaksi oksidasi.Katoda merupakan elektroda negatif karena menangkap elektron sedangkan anoda merupakan elektroda positif karena melepas elektron. Reaksi yang terjadi pada katoda dan anoda pada sel elektrolisis sama seperti pada sel volta, yaitu di katoda adalah tempat terjadinya reaksi reduksi dan di anoda adalah tempat terjadinya reaksi oksidasi. Akan tetapi, muatan elektronnya berbeda. Pada sel volta katoda bermuatan positif dan anoda bermuatan negatif, sedangkan pada sel elektrolisis katoda bermuatan negatif dan anoda bermuatan positif.
Elektrolisis mempunyai banyak kegunaan di antaranya yaitu dapat memperoleh unsur-unsur logam, halogen, gas hidrogen dan gas oksigen, kemudian dapat menghitung konsentrasi ion logam dalam suatu larutan, digunakan dalam pemurnian suatu logam, serta salah satu proses elektrolisis yang popular adalah penyepuhan, yaitu melapisi permukaan suatu logam dengan logam lain.
Sel elektrolisis memiliki 3 ciri utama, yaitu :
1.    Larutan elektrolit yang mengandung ion bebas. Ion – ion ini dapat memberikan
     atau menerima elektron sehingga elektron dapat mengalir melalui larutan.
2.  Terdapat 2 elektroda dalam sel elektrolisis.
3.  Terdapat sumber arus listrik dari luar, seperti baterai yang mengalirkan arus
listrik searah (DC ).
Faktor yang Mempengaruhi Proses Elektrolisis
a.    Jenis elektroda yang digunakan
b.    Kedudukan ion dalam elektrokimia
c.    Kepekatan ion
Elektroda yang menerima elektron dari sumber arus listrik luar disebut Katoda, sedangkan elektroda yang mengalirkan elektron kembali ke sumber arus listrik luar disebut Anoda.Katoda adalah tempat terjadinya reaksi reduksi sedangkan anoda adalah tempat terjadinya reaksi oksidasi.Katoda merupakan elektroda negatif karena menangkap elektron sedangkan anoda merupakan elektroda positif karena melepas elektron.Sel elektrolisis juga memerlukan elektrode-elektrode. Ada 2 elektrode yang digunakan dalam elektrolisis, yaitu:
a.    Elektrode inert yaitu elektrode yang tidak dapat bereaksi (Pt, C, Au).
b.    Elektrode tak inert yaitu elektrode yang dapat bereaksi (Cu dan Ag). 
Peristiwaelektrolisisbanyakdimanfaatkanuntukmelapisilogamataupemurnianlogam.Bilasuatuelektrolit (larutanatauleburan) dielektrolisis, makaelektrolittersebutakanteruraimenjadikation yang akanmenujukatoda/elektrode positif (+) dan anion yang akanmenuju anoda/elektrode negatif (-).
Macam-macam elektrolisis:
1.      Elektrolisis leburan elektrolit
Dapat digunakan untuk menghantar ion-ion pada sel elektrolisis.Leburan elektrolit tanpa menggunakan air.  Contohnya adalah NaCl.
2.      Elektrolisis air
Jika arus listrik dilewatkan melalui 2 elektroda dalam air murni, tidak terjadi elektrolisis. Tetapi, jika larutan CuSO4 / KNO3 ditambahkan air murni dengan konsentrasi rendah, akan terjadi elektrolisis dan dapat menghantarkan arus listrik.
3.      Elektrolisis larutan elektrolit
Reaksi yang terjadi tidak hanya melibatkan ion – ion dalam larutan saja,tetapi juga air. Contohnya adalah KI.


Alat dan Bahan :
1.      Tabung U
2.      Elektroda karbon 2 buah
3.      Kabel 2 m
4.      Jepit buaya 2 buah
5.      Tabung reaksi 4 buah
6.      Rak tabung reaksi
7.      Pipet teteas 6 buah
8.      Larutan Na2SO4 0,5 M
9.      Larutan KI 0,5 M
10.  Larutan Fenolftalein
11.  Larutan Amilum


 Langkah Kerja :
1.      Rangkai alat elektrolisis
2.      Masukkan kurang lebih 4o ml larutan Na2SO4 ke dalam tabung U
3.      Masukkan setiap elektroda karbon hingga tercelup kedalam larutan dan sambungkan ke sumber arus
4.      Tentukan anoda dan katodanya
5.      Elektrolisis larutan itu sampai terlihat suatu perubahan pada elektroda, catat perubahan yang terjadi
6.      Ambil larutan pada anoda menggunakan pipet tetes ke dalam 2 tabung reaksi  kurang lebih 1 cm
7.      Ambil larutan pada katoda menggunakan pipet tetes ke dalam 2 tabung reaksi  kurang lebih 1 cm
8.      Beri label pada masing masing tabung.
9.      Teteskan fenolftalein pada salah satu tabung reaksi anoda dan katoda sebanyak 1-2 tetes, dan catat perubahan yang terjadi
10.  Teteskan amilum pada salah satu tabung reaksi anoda dan katoda sebanyak 1-2 tetes, dan catat perubahan yang terjadi
11.  Lakukan hal yang sama pada larutan KI



Hasil pengamatan :

Elektrolisis larutan Na2SO4
Cairan Dalam Ruang
Perubahan Selama Elektrolisis
Perubahan Setelah Ditambah Fenolftalein
Perubahan Setelah Ditambah Amilum

Katoda
Muncul gelembung pada elektroda
Larutan yang semula bening berubah warna menjadi pink tua
Larutan yang semula bening berubah warna menjadi keruh

Anoda
Muncul gelembung pada elektroda
Larutan yang semula bening tidak mengalami perubahan warna
Larutan yang semula bening berubah warna menjadi keruh



Elektrolisis larutan KI
Cairan dalam ruang
Perubahan selama elektrolisis
Perubahan setelah ditambah fenolftalein
Perubahan setelah ditambah amilum



Katoda
Larutan yang semula tidak berwarna tidak mengalami perubahaan warna dan juga muncul gelembung pada elektroda.
Larutan yang semula tidak berwarna menjadi berwarna merah muda.
Larutan yang semula tidak berwarna menjadi berwarna putih keruh.



Anoda
Larutan yang semula tidak berwarna berubah warna menjadi kuning dan tidak muncul gelembung pada elektroda.
Larutan yang semula tidak berwarna tidak mengalami perubahan.
Larutan yang semula berwarna kuning warnanya berubah menjadi semakin pekat kecoklatan.



Analisis Data :

A. Elektrolisis Larutan Na2SO4
Hasil pengamatan menunjukan bahwa terdapat perubahan selama elektrolisis. Pada masing – masing elektroda  (katoda (-) dan anoda (+)) mengalami perubahan berupa dihasilkannya gelembung – gelembung gas.

Pada katoda yang diteteskan :
-          larutan fenolftalein, menunjukan perubahan warna. Larutan yang semula bening berubah warna menjadi merah muda
-          larutan amilum, menunjukan perubahan warna yaitu larutan yang semula berwarna putih bening berubah menjadi warna putih keruh.
Pada anoda yang diteteskan :
-          larutan fenolftalein, menunjukan tidak adanya perubahan warna setelah ditetesi larutan fenolftalein
-          larutan amilum, menunjukan adanya perubahan warna yaitu yang semula putih bening berubah menjadi putih keruh
                                 
B.  Elektrolisis Larutan KI
Hasil pengamatan menunjukan bahwa terdapat perubahan selama elektrolisis. Pada katoda (-) menghasilkan gelembung. Sedangkan pada anoda (+) mengalami perubahan warna dari tidak berwarna menjadi berwarna kuning  dan tidak muncul gelembung.

Pada katoda yang diteteskan :
-          larutan fenolftalein, menunjukan adanya perubahan warna, yaitu larutan yang semula tidak berwarna menjadi berwarna merah muda.
-          Larutan amilum, menunjukan adanya perubahan warna yaitu larutan yang semula yang berwarna putih bening menjadi berwarna putih keruh.

Pada anoda yang ditetesikan :
-          larutan fenolftalein, menunjukan tidak adanya perubahan warna. 
-          larutan amilum, menunjukan adanya perubahan warna yaitu larutan yang semula berwarna kuning warnanya berubah menjadi semakin pekat kecoklatan.



Jawaban Pertanyaan :
1. Dari perubahan warna indikator, apakah terbentuk ( H+ atau OH-) pada katoda dan anoda ?
Elektrolisis Larutan Na2SO4
Hasil pengamatan menunjukan terdapat perubahan warna pada saat elektrolisis larutan Na2SO4. Dimana pada katoda yang diteteskan fenolftalein menunjukan perubahan warna yang semula berwarna bening berubah menjadi warna merah muda. Fenolftalein merupakan indikator asam basa dengan rentang pH 8,3 – 10. Saat larutan berada pada kondisi basa, maka larutan akan terjadi perubahan warna menjadi merah muda. Hal tersebut menunjukan bahwa pada reaksi di katoda dihasilkan ion OH-  yang menunujukan reaksi terebut bersifat basa sehingga terjadi perubahan warna menjadi merah muda. Saat elektrolisis berlangsung, reaksi yang terjadi di katoda merupakan reaksi reduksi H pada H2O, karena atom H lebih mudah tereduksi dibandingkan atom Na. Adapun persamaan reaksi di katoda :
2H2O(l)  +      H2(g)  +  2OH-(aq)
Sedangkan pada katoda yang diteteskan amilum menunjukan perubahan warna yaitu larutan yang semula berwarna putih bening berubah menjadi warna putih keruh. Amilum merupakan indikator yang menunjukan bahwa pada suatu reaksi yang berlangsung terdapat kandungan ion I- dengan ditandai perubahan warna menjadi coklat / hitam pekat. Hal tersebut tidak dapat membuktikan bahwa pada katoda yang diteteskan amilum akan terbentuk ion H+ atau OH-, melainkan hanya membuktikan apakah terdapat unsur Iodine atau tidak pada saat reaksi berlangsung.

Pada reaksi di anoda yang ditetesi fenolftalein tidak menunjukan adanya perubahan warna namun terdapat gelembung. Hal tersebut menunjukan bahwa pada reaksi di anoda dihasilkan ion H+ yang menunjukan reaksi tersebut cenderung bersifat asam. Karena pada saat larutan ditetesi indikator fenolftalein, saat larutan berada pada pH < 8,3 atau pada kondisi asam, larutan akan cenderung tidak mengalami perubahan warna. Saat elektrolisis berlangsung, reaksi yang terjadi di anoda merupakan reaksi oksidasi H pada H2O, karena elektroda yang digunakan adalah grafit yang menunjukan bahwa pada reaksi di anoda bersifat inert (suatu zat yang tidak ikut bereaksi) dimana sisa asam oksi SO42- dari Na2SO4 tidak akan mengalami oksidasi tetapi yang akan teroksidasi adalah atom H pada H2O. Adapun persamaan reaksi di anoda :
2H2O(l)    O2(g)  +  4H+(aq)  + 
Sedangkan pada anoda yang diteteskan amilum menunjukan perubahan warna yaitu larutan berubah menajdi putih keruh. Amilum merupakan indikator yang menunjukan bahwa pada suatu reaksi yang berlangsung terdapat kandungan ion I- dengan ditandai perubahan warna menjadi coklat / hitam pekat. Hal tersebut tidak dapat membuktikan bahwa pada anoda yang diteteskan amilum akan terbentuk ion H+ atau OH-, melainkan hanya membuktikan apakah terdapat unsur Iodine atau tidak pada saat reaksi berlangsung.

Elektrolisis Larutan KI
Hasil pengamatan menunjukan terdapat perubahan warna pada saat elektrolisis larutan KI.
Dimana pada katoda yang diteteskan fenolftalein menunjukan perubahan warna yang semula tidak berwarna berubah menjadi warna merah muda. Fenolftalein merupakan indikator asam basa dengan rentang pH 8,3 – 10. Saat larutan berada pada kondisi basa, maka larutan akan terjadi perubahan warna menjadi merah muda. Hal tersebut menunjukan bahwa pada reaksi di katoda dihasilkan ion OH-  yang menunujukan reaksi terebut bersifat basa sehingga terjadi perubahan warna menjadi merah muda. Saat elektrolisis berlangsung, reaksi yang terjadi di katoda merupakan reaksi reduksi H pada H2O, karena atom H lebih mudah tereduksi dibandingkan atom Na. Adapun persamaan reaksi di katoda :
2H2O(l)  +      H2(g)  +  2OH-(aq)
Sedangkan pada katoda yang diteteskan amilum menunjukan perubahan warna yaitu larutan yang semula tidak berwarna berubah menjadi warna putih keruh. Amilum merupakan indikator yang menunjukan bahwa pada suatu reaksi yang berlangsung terdapat kandungan ion I- dengan ditandai perubahan warna menjadi coklat / hitam pekat. Hal tersebut tidak dapat membuktikan bahwa pada katoda yang diteteskan amilum akan terbentuk ion H+ atau OH-, melainkan hanya membuktikan apakah terdapat unsur Iodine atau tidak pada saat reaksi berlangsung.

Pada reaksi di anoda, saat elektrolisis berlangsung menunjukan perubahan warna larutan yang semula tidak berwarna berubah warna menjadi kuning dan tidak muncul gelembung pada elektroda. Hal terebut tidak dapat mebuktikan bahwa pada reaksi di anoda terdapat ion H+ atau OH-. Karena perubahan warna yang dihasilkan menunjukan bahwa pada reaksi di anoda terdapat unsur Iodine yang bereaksi. Saat elektrolisis berlangsung, rekasi yang terjadi di anoda merupaka reaksi oksidasi Iodine, karena elektroda yang digunakan adalah grafit yang menunjukan bahwa pada reaksi di anoda bersifat inert (suatu zat yang tidak ikut bereaksi) dimana  ion I- akan mengalai oksidasi. Adapun persamaan reaksi di anoda :
2I-(aq)    I2(g)  + 


 2. Tulis persamaan elektrolisis yang terjadi !
     a.  pada elektrolisis Na2SO4
        b.  pada larutan KI

Elektrolisis Larutan Na2SO4 elektroda Grafit
Na2SO4    2Na+  +  SO42-
Katoda       :  2H2O(l)  +      H2(g)  +  2OH-(aq)
Anoda        :  2H2O(l)    O2(g)  +  4H+(aq)  + 
­­­­
Reaksi Sel  :  2H2O(l)    2H2(g)  +  O2(g)

Elektrolisis Larutan KI elektroda Grafit
KI    K+  +  I-
Katoda       :  2H2O(l)  +      H2(g)  +  2OH-(aq)
Anoda        :  2I-(aq)    I2(g)  + 
 


Reaksi Sel  :  2H2O(l)  +  2I-(aq)    H2(g)  +  I2(g)  +  2OH-(aq)

3.  Zat apakah yang terjadi di ruang anoda sebagai hasil elektrolisis ?

Elektrolisis Larutan Na2SO4
Zat yang terjadi di anoda pada elektrolisis larutan Na2SO4 adalah gas O2(g) dan ion H+(aq). Hal ini dapat dilihat dari persamaan reaksinya serta adanya gelembung – gelembung udara pada saat elektrolisis berlangsung.

Elektrolisis Larutan KI
Zat yang terjadi di anoda pada elektrolisis larutan KI adalah gas I2(g). Hal ini dapat dilihat dari persamaan reaksinya serta munculnya perubahan warna larutan yang semula tidak berwarna menjadi kuning saat elektrolisis berlangsung. 



Kesimpulan
Elektrolisis merupakan peristiwa penguraian atas suatu larutan elektrolit yang telah dialiri oleh arus listrik searah. Reaksi kimia akan terjadi jika arus listrik dialirkan melalui larutan elektrolit, yaitu dari energi listrik (arus listrik) diubah menjadi energi kimia (reaksi redoks). Elektrolisis larutan Natrium Sulfat (Na2SO4) dengan elektrode grafit pada katoda dihasilkan gas H2 dan ion OH- ditandai dengan adanya gelembung dan perubahan warna sedangkan pada anoda dihasilkan gas O2 dan ion H+ ditandai dengan adanya gelembung..
Elektrolisis larutan Kalium Iodida (KI) dengan elektrode grafif pada katoda dihasilkan gas H2 dan ion OH- ditandai dengan adanya gelembung dan perubahan warna sedangkan pada anoda dihasilkan gas I2 ditandai dengan perubahan warna.


Jadi seperti itu pembahasan yang saya analisis berdasarkan atas teori serta hasil praktikum yang didapat. Jika kalian ingin berdiskusi lebih mendalam silahkan tulis dikolom komentar yang telah disediakan.
Note: Dimohon untuk tidak mengcopy seluruh isi laporan praktikum
Terimakasih !

Elektrolisis Larutan Natrium Sulfat & Larutan Kalium Iodida

       Halo teman semua, kali ini saya akan membahas mengenai Elektrolisis Larutan Natrium Sulfat & Kalium Iodida menggunakan elektro...